firman Tuhan

Diri kita lemah. Kristus di dalam kita adalah kuat dan berkuasa. Dia sebagai hidup kita. Dengan percaya dan andalkan Dia, Kristus mengalir di dalam & lewat kita, Yohanes 15 : 5.

19 Juli 2020

19 Juli 2020/JL/09


MENJADI PRIBADI SEPERTI YANG BAPA MAU
Bacaan, Kejadian 1: 26 – 27

            Allah adalah Allah yang punya tujuan. Ketika Ia menciptakan manusia, tujuannya adalah agar manusia berkuasa dan memerintah di bumi ini sehingga mereka menggenapi apa yang Tuhan maksudkan. Karena dosa, Adam dan Hawa bukan lagi menjadi pribadi yang merdeka, berkuasa dan memerintah dalam hidup melainkan mereka dikuasai dosa, kelemahan dan kematian.
            Karena dosa, manusia sekarang salah memahami arti hidup memerintah dan berkuasa. Mereka tidak lagi hidup bagi kepentingan dan kemuliaan Allah tetapi hidup untuk kepentingan diri sendiri. Mereka berusaha hidup berkuasa dan memerintah dengan kekayaan, keterkenalan, menguasai ilmu pengetahuan sehingga hidupnya berkuasa dan memerintah untuk mengendalikan orang lain bagi dirinya sendiri dan dapat mengatasi persoalan hidupnya dengan caranya sendiri. Dosa membuat manusia melihat dirinya sendiri dan tidak melihat Allah. Mereka bergantung diri sendiri dan tidak bergantung Allah. Mereka berusaha menjadi pribadi seperti yang Allah kehendaki dengan caranya sendiri.
            Akar segala masalah anak-anak Tuhan bukan persoalan yang mereka hadapi tetapi karena ketidak percayaan. Karena tidak lagi menaruh iman dan bergantung Allah, mereka berusaha memakai caranya sendiri. Karena ketidak percayaan Abraham dan istrinya maka mereka berusaha dengan caranya sendiri dan lahirlah Ismael. Bukan berkat yang di dapat tetapi masalah yang sangat berkepanjangan sampai saat ini.
            Dalam karyaNya Allah berkuasa membelah laut sehingga umat Israel dapat meneruskan perjalanan ke Kanaan. Allah memelihara bangsa Israel di padang gurun dengan memberi manna dan burung. Allah mengeluarkan air dari batu karang dan Allah membuat bangsa Isreal memenangkan peperangan melawan Amalek.
            Ketika kita menaruh iman kepadaNya maka Allah bertindak bagi kepentingan kita. Musa berseru dan menaruh iman kepada Tuhan maka Ia melakukan mujizat-mujizat yang besar. Ketika Yosafat manaruh iman kepada Allah dalam menghadapi musuh bangsa Amon, Moab dan penduduk pegunungan Seir, Allah berperang ganti mereka, 2 Tawarikh 20. 
Para tokoh-tokoh iman melakukan hal-hal yang besar dengan iman seperti telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing, Ibrani 11:33-34. Lebih dasyat lagi janji Tuhan Yesus kepada kita, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa, Yohanes 14: 12.
            Mujizat besar dapat diraih melalui iman yang kokoh dan kuat. Abraham menaruh iman kepada Allah dan Allah menggenapi janjiNya. Abraham memiliki iman yang kuat dan kokoh. Ia hanya berpikir apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Ia tidak mau berpikir yang bertentangan dengan apa yang Tuhan janjikan kepadanya. Abraham memuliakan Tuhan dan bersukacita dengan janji Tuhan, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. "Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup, Roma 4: 18-19.

            Milikilah iman yang kuat dan kokoh seperti Abraham, maka Allah akan bertindak bagi kepentingan kita. AnugerahNya membuat kita hidup berkuasa dan memerintah, Roma 5: 17. Kita akan menjadi pribadi sepertti yang Bapa mau yaitu hidup berkuasa dan memerintah. Hidup kita tertuju bagi kepentingan Kerajaan Kristus dan memuliakan Dia.

           
RENUNGAN SEPEKAN      
 SENIN ……………………………………………………………. KEJADIAN 1: 1 – 31.
“ 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

SELASA …………………………………………………………… 2 TAWARIKH 20 : 1 – 37.
“ 15 dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. “

RABU ……………………………………………………………….. IBRANI 11 : 1 – 40.
“ 33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,....”

KAMIS ……………………………………………………………… YOHANES 14 : 1 – 14.
“ 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; “

JUMAT ……………………………………………………………… ROMA 4: 1 – 25.
“ 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu......."

SABTU ……………………………………………………………… ROMA 5: 1 – 21.
“ 17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. “


12 Juli 2020

12 Juli 2020/JL/08



PERUMPAMAAN TENTANG BIJI SESAWI
BACAAN, Matius 13: 31 – 32,
31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

          Rahasia Kerajaan Sorga digambarkan sebagai biji sesawi. Biji sesawi adalah gambaran tentang suatu permulaan yang kecil. Pekerjaan Allah mungkin tidak kelihatan mengesankan pada mulanya, tetapi apa yang kelihatannya kecil dan sederhana itu pada akhirnya akan menghasilkan hal yang luar biasa. Seperti biji sesawi itu biji yang sangat kecil tetapi ketika mencapai umur dapat menjadi 3 – 4 meter tingginya.
            Manusia sering tertipu. Apa yang kelihatan bisa menipu orang. Penampilannya sangat mengesankan dan disertai dengan kesopanan dan kelembutan, ternyata ia sebagai penjahat kelas kakap. Tetapi apa yang kelihatannya sederhana, karena disertai Tuhan hasilnya menjadi luar biasa. Yusuf pada mulanya tidak diperhitungkan karena ia sebagai budak. Karena penyertaan Tuhan, apa yang dikerjakan menjadi berhasil luar biasa. Kita mungkin orang biasa dan melayani dengan cara yang biasa dan sederhana, karena Tuhan bekerja di dalamnya maka dampaknya pasti luar biasa.
            Demikian yang terjadi dengan kekristenan. Pada zaman kekaisaran Romawi, orang Kristen menjadi bahan olokan dan ejekan. Banyak diantara mereka yang dianiaya dengan hebat dan banyak yang meninggal. Sepertinya mereka tidak berdaya. Tetapi karena Tuhan menyertai mereka, kekristenan bukannya merosot dan mati tetapi berkembang luar biasa.
            Demikian dengan kekristenan saat sekarang ini. Banyak tantangan, ujian, penderitaan yang harus dihadapi. Karena Tuhan bekerja di dalam kehidupan orang percaya maka pada akhirnya nanti ketika Kristus datang kedua kali, gereja akan mengalami kemenangan, kemuliaan yang sangat luar biasa.
            Steven Covey, menyatakan bahwa perubahan pribadi mendahului perubahan publik. Cecil Northcott, mengisahkan dalam salah satu bukunya. bahwa sekelompok pemuda dari berbagai bangsa sedang mendiskusikan bagaimana Injil dapat disebarkan. Mereka berbicara tentang propaganda, literatur, dan segala cara menyebarkan Injil pada abad ke 20. Kemudian, seorang gadis dari Afrika berbicara, katanya, “Bila kami ingin membawa kekristenan ke salah satu desa kami, kami tidak mengirim mereka buku-buku. Kami membawa sebuah keluarga Kristen dan mengutus mereka hidup di desa itu dan mereka membuat desa itu menjadi Kristen. Dalam suatu kelompok, masyarakat, sekolah, pabrik, toko atau kantor, berkali-kali terjadi bahwa kesaksian dari satu oranglah yang membawa Kekristenan  itu masuk.
            Ada sebuah kisah agung mengenai tindakan iman orang yang bernama Telemakhus. Ia terpanggil pergi ke Roma. Ketika di Roma, ia mendapat kesempatan untuk menyaksikan pertandingan para gladiator dan hal itu masih terus berlangsung dimana orang laki-laki berkelai satu dengan yang lain, dan orang banyak berteriak keras dengan haus darah. Ada 80.000 orang yang sedang menonton dan kebanyakan diantara mereka adalah orang Kristen. Ia sangat ngeri menyaksikan pertandingan itu. Ia bangkit dari tempat duduknya, masuk ke tengah arena, dan berdiri diantara para gladiator. Ia dilempar ke samping. Ia balik lagi. Orang banyak menjadi marah, mereka mulai melemparinya dengan batu. Ia masih tetap bersikukuh berdiri lagi diantara para gladiator. Akhirnya terdengar suara komando dari walikota dan sebilah pedang berkelebat dan Telemakhus tewas. Tiba-tiba suasana menjadi senyap, lalu orang banyak menyadari apa yang telah terjadi, seorang yang suci terbaring tewas. Pada hari itu terjadi sesuatu di Roma, karena tidak pernah ada lagi pertandingan gladiator.
            Ada seorang penjahat dan pembunuh orang Kristen bertobat, Namanya Paulus. Dari perubahan yang terjadi atas hidupnya karena mengalami perjumpaan dengan Tuhan, dunia yang dikuasai kekaisaran Romawi pada waktu itu mengalami perubahan melalui kuasa Injil.
            Ada seorang perempuan yang hidupnya gagal, menderita, terluka batinnya. Ketika ia berjumpa dengan Kristus, ia mengalami perubahan hidup yang luar biasa. Akibatnya penduduk Samaria mengalami kebangunan rohani.

            Perubahan besar akan terjadi di tempat dimana kita berada. Dengan sadar bahwa Tuhan menyertai kita dan kita mulai bertindak membagikan kesaksian tentang kabar baik kasih karunia, perubahan pasti terjadi. Bersama Tuhan, hal-hal yang besar pasti terjadi.

Renungan Sepekan
SENIN ……………………………………………………………..MATIUS 13: 31 – 35.
31Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara dating bersarang pada cabang-cabangnya."

SELASA …………………………………………………………………………MATIUS 5: 1 – 12.
11Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 12Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

RABU …………………………………………………………………………….1 KORINTUS 2: 1 – 5.
2Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. “

KAMIS …………………………………………………………………………….1 KORINTUS 4: 6 – 21.
20Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. “

JUMAT ……………………………………………………………………………..MATIUS 6: 25 – 34.
33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. “

SABTU ……………………………………………………………………………..MATIUS 11: 25 –25 – 30.
25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. “


05 Juli 2020

05 Juli 2020/JL/07

RAHASIA KERAJAAN SORGA SEPERTI SEORANG PENABUR

MATIUS 13 : 1 – 23,
11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. “

            Sebelum kita belajar tentang perumpamaan tentang Kerajaan Sorga yang Yesus ajarkan dan dapat memahaminya, terlebih dahulu kita perlu memahami 2 hal yaitu:  pertama,  mengapa Yesus mengajar memakai perumpamaan? Maksud Yesus adalah Ia hendak mengajarkan rahasia Kerajaan Sorga (hal-hal sorgawi) dengan peristiwa sehari-hari sehingga mudah untuk dimengerti. Kedua, dalam ayat 12 dikatakan kepada mereka yang mempunyai justru diberi dengan limpah sedangkan kepada mereka yang tidak mempunyai, semua diambil dari padanya. Maksudnya adalah mereka yang mempunyai keinginan untuk mengerti lebih dalam tentang rahasia Kerajaan akan diberi dengan limpah. Mereka yanbg tidak mempuyai keinginan untuk memahami rahasia Kerajaan atau menyia-nyiakan kebenaran Allah, semua akan diambil dari padanya.
            Rahasia tentang penabur mengajarkan satu perkara. Lahan atau tanah yang berbeda menggambarkan tanggapan yang berbeda terhadap benih yang sama yaitu Firman. Hasilnya tergantung tanggapan pendengar.
            Pertama, benih jatuh dipinggir jalan. Ini gambaran orang yang tidak memahami kebenaran sorgawi tetapi tidak mau mencarinya sampai memahami kebenaran Firman, akibatnya benih itu akan diambil sehingga orang tersebut tidak mengalami kasih karuniaNya yang besar. Respon yang benar terhadap kebenaran kasih karunia adalah kita harus mencari dan memikirkannya sampai menemukan rahasia kebenaran kasih karuniaNya (Kol. 3: 1-2).
            Kedua, benih jatuh di tanah yang berbatu-batu. Ini gambaran orang Kristen yang tidak mau bertobat. Ketika mereka mendengar Firman kasih karunia, mereka bersukacita. Tetapi mereka tidak mau berubah pikirannya (bertobat) dan tetap hidup di jalannya sendiri. Respon yang benar dalam menanggapi kasih karuniaNya yang besar adalah bertobat (Rom. 2:4). Mereka yang tidak mau bertobat untuk hidup sesuai dengan FirmanNya, mereka tidak akan berubah hidupnya.
            Ketiga, benih jatuh di tengah semak duri. Ini adalah gambaran orang Kristen yang hidupnya dipenuhi dengan kekawatiran hidup dan hanya mengejar kenikmatan sementara. Mereka mencintai hal-hal dunia lebih daripada hal-hal sorgawi. Mereka menganggap hal-hal sorgawi/ rohani itu kurang penting ( kurang minat terhadap hal-hal rohani) sehingga Firman yang mereka dengar tidak dapat bertumbuh dan mati, 2 Timotius 3: 1 – 5. Akibatnya mereka tidak dapat hidup dengan iman.
            Keempat, benih jatuh di tanah yang baik. Ini gambaran orang Kristen yang meresponi anugrah Allah dengan benar. Mereka meresponi dengan ketaatan, ketekunan, dan menaruh iman yang kokoh kepada Yesus, Wahyu 14: 12. Selanjutnya orang Kristen ini setia pelayanan (1 Kor. 15:10) dan setia dalam ibadah (Ibrani 10: 25).
            Dalam Matius 13: 12 dikatakan kepada mereka yang mempunyai, justru kepada mereka dilimpahkan kasih karuniaNya. Yaitu kepada mereka yang mempunyai respon atau tanggapan yang benar terhadap kebanaran kasih karunia. Mereka itu memiliki tanah hati yang baik. Dampaknya adalah Firman itu bertumbuh dengan lebat sehingga kemuliaan Kristus terpancar lewat hidupnya.








RENUNGAN SEPEKAN

SENIN …………………………………………………………………….. MATIUS 13: 1 – 23.
11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.  12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. “

SELASA ………………………………………………………………….. KOLOSE 3: 1 – 17.
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.  2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. “

RABU ………………………………………………………………………ROMA 2: 1 – 16.
4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? “

KAMIS …………………………………………………………………… WAHTU 14: 6 – 13.
12 Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. “

JUMAT …………………………………………………………………… IBRANI 10: 19 – 39.
25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. “

SABTU ………………………………………………………………….. YOHANES 15: 9 – 17.
12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”


22 Maret 2020

08 maret 2020/JL/06


Apa Yang Keluar dari Mulut, Meluap dari Hati
(Matius 12 : 34 – 35)

Jika kita memperhatikan sebuah iklan minuman kemasan, ada yang mengklaim bahwa air kemasan merk tertentu diperoleh dari suatu sumber mata air. Berbicara tentang mata air, kita dapat mempelajari satu hal yang sederhana bahwa apa yang keluar tergantung dari apa yang menjadi sumbernya, dalam hal ini jika sumbernya adalah mata air maka akan mengeluarkan air.
Yesus memberikan sebuah ajaran yang sangat sederhana. Dalam matius 12 : 34 -35, Yesus berkata bahwa “..yang diucapkan mulut meluap dari dalam hati…”. Disini kita mendapatkan sebuah pelajaran penting yang sangat sederhana dalam kehidupan kita. Apa yang keluar dari ucapan kita berasal / bersumber dari dalam hati. Yesus sendiri menekankan bahwa jika orang tersebut memiliki perbendaharaan (sumber) yang baik , maka yang baiklah yang keluar melalui ucapannya. Sebaliknya, jika orang tersebut memilki perbendaharaan yang jahat maka yang jahat akan muncul keluar juga melalui ucapannya. Disinilah terdapat sebuah formula kehidupan yang sederhana namun memiliki kekuatan yang luar biasa yaitu apa yang keluar dari mulut bersumber dari dalam hati.
Ucapan adalah hal yang sederhana namun powerful. Amsal 18 : 21 jelas sekali menyatakan bahwa “hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang gemar menggemakannya akan memakan buahnya”. Dengan kata lain, perkataan berkat akan menarik berkat. Demikian juga hal hal yang buruk, apabila perkataan buruk yang keluar dari mulut, maka dengan sengaja kita mengijinkan untuk hal hal yang buruk mulai mengintai kehidupan kita dan mencoba mencari celah untuk masuk dalam pengalaman kehidupan kita.
Seperti yang sudah dinyatakan di atas bahwa apa yang keluar dari dalam mulut bersumber dari dalam hati. Pertanyaannya ialah bagaimana supaya kita semua dapat mengubah apa yang keluar dari melalui mulut kita agar hanya berkat” saja yang terucap dari hati kita? Jawabannya sederhana sekali. Di dalam kitab Roma 10 : 8 dinyatakan bahwa Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Hal pertama yang perlu kita sadari adalah mengisi hati kita dengan firmanNya. Mengapa firman harus menguasai hati kita? Kita perlu sadari bahwa alam semesta ini diciptakan melalui firmanNya dan karena itu alam semesta ini hanya tunduk oleh firman Tuhan. Maka dari itu, kita perlu mengisi hati kita dengan firmanNya yang memiliki kuasa yang dahsyat. Ketika hati kita melimpah dengan firman, maka secara otomatis yang keluar dari mulut kita hanyalah firman Tuhan. Semua janji janji Tuhan hanya dapat kita temukan di dalam firmanNya. Mengisi hati kita dengan firman setiap waktu adalah bagian penting di dalam kehidupan kita.
Alkitab mencatat ada dua orang yang memiliki kecenderungan hati yang berbeda dan menghasilkan perkataan yang berbeda. Pada akhirnya mereka menikmati hasil yang berbeda sesuai dengan apa yang ada di dalam perbendaharaan hati mereka masing masing. Tokoh yang pertama bernama Barzilai (2 Samuel 19 : 31 – 37). Barzilai adalah seorang yang kaya. Dia merawat Daud saat Daud dikejar – kejar oleh anaknya Absalom. Ketika peristiwa buruk yang menimpa Daud telah usai, Daud mengajak Barzilai ke istananya dalam rangka balas budi. Akan tetapi bagaimana respon Barzilai? Barzilai memberkan respon yang negatif dan pesimis. Barzilai berkata bahwa ia hanya menjadi beban buat Daud, bahkan Barzilai berkata bahwa ia saja tidak dapat membedakan apa yang dimakan dan apa yang diminum, bagaimana suara penyanyi laki laki dan penyanyi perempuan. Hati Barzilai penuh dengan keraguan karena ia berfokus kepada kemampuan dirinya dimana usianya menginjak 80 Tahun.
Di satu sisi, ada tokoh bernama Kaleb (Yosua 14 : 6 – 15). Kaleb adalah sahabat Yosua saat mereka bersama – sama mengintai tanah Kanaan. Di dalam Yosua 14 : 6 – 15, kita dapat melihat bagaimana Kaleb yang usianya 85 tahun berkata bahwa pemeliharaan Tuhan dahsyat di dalam hidupnya dan janji-janji Tuhan melingkupi hatinya. Kaleb bahkan meminta Yosua untuk merestui tindakan Kaleb yaitu merebut Hebron agar menjadi milik pusaka Kaleb. Dan pada akhirnya, Hebron menjadi milik Kaleb.
Dari dua kisah yang berbeda tersebut, kita dapat mempelajari hal yang sederhana namun memilki kekuatan besar. Prinsip sederhana yaitu apa yang keluar dari mulut bersumber dari hati inilah yang menghasilkan dampak yang besar dalam hidup kita. Mari kita renungkan bersama, apa yang sedang mendominasi hati kita? Kekhawatiran kah? Iri hati kah? Dendam kah? Rasa marah kah? Atau firman Tuhan yang sedang menguasai hati kita?. Kita perlu mengerti bahwa ucapan kita memiliki dampak yang besar karena kita adalah orang benar di hadapan Allah. Maka dari itu marilah kita mengisi hati kita dengan firmanNya, dan di saat yang sama ucapkanlah / perkatakanlah firman Tuhan tersebut maka kita menikmati apa yang Tuhan firmankan dan janji-janji Tuhan dapat kita alami karena kita sepakat dengan janjiNya melalui perkataan kita. Amin!

Renungan Sepekan :
Senin _____________________________________ Matius : 12 : 22 – 37
“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati…”
Selasa ____________________________________ Roma 10 : 4 -15
 “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu."
Rabu ____________________________________ Mazmur 91 : 1- 16
“Engkau takkan takut pada kengerian malam, atau anak panah yang beterbangan di siang hari, atau wabah penyakit yang berjalan di kegelapan, atau penghancuran yang menyerang di siang hari.”
Kamis ___________________________________ Mazmur 103 : 1 – 22
“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”
Jumat ____________________________________ Yosua 14 : 6 – 15
“Sekarang, lihatlah TUHAN telah memelihara hidupku seperti yang dijanjikan-Nya.”
Sabtu _____________________________________ Mazmur 139 : 1 – 24
 “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”


08 Maret 2020

08 maret 2020/JL/05



MENJALANI HIDUP YANG MERDEKA

BACAAN, Galatia 5: 1,
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita.
Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.“

            Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Sekarang banyak orang merayakan kemerdekaan tidak memiliki suasana batin seperti ketika bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan Jepang. Pasti mereka meluapkan kegembiraan yang luar biasa karena mereka terlepas dari kekejaman bangsa Jepang. Kemerdekaan Indonesia diraih karena perjuangan para pahlawan dengan mengorbankan diri sendiri dan darah tercucur dari mereka. Demikian dengan kemerdekaan di dalam Kristus. Kemerdekaan orang beriman adalah anugerah dari Tuhan melalui kematian Kristus di kayu salib. Kemerdekaan bukan sebuah perjuangan seperti kemerdekaan bangsa Indonesia, kemerdekaan Kristen adalah anugerah Tuhan.
            Kemerdekaan yang dimaksud dalam ayat 1 adalah kemerdekaan dari dan kemerdekaan untuk Kemerdekaan dari : hukum Taurat, kutuk hukum Taurat dan dari kuasa dosa. Kemerdekaan yang dimaksud juga kemerdekaan untuk melayani dalam kasih.
1.      Kemerdekaan dari hukum Taurat.
Orang beriman telah mati bagi hukum taurat (Roma 7:4). Kita telah dimerdekakan dari hukum Taurat artinya kita dimerdekakan dari Perjanjian Lama (perjanjian bersyarat) dimana orang Yahudi untuk memperoleh keselamatan atau dibenarkan melalui ketaatan kepada hukum Taurat.
            Karena penebusan Yesus di kayu salib, kita dimerdekakan dari hukum Taurat artinya kita memperoleh keselamatan dan dibenarkan dihadapan Allah tidak lagi melalui ketaatan kepada hukum Taurat tetapi beriman kepada Yesus. Hanya Kristus yang mampu mentaati hukum Taurat sepenuhnya dan Ia lakukan untuk menggenapi perintah Taurat supaya orang yang percaya dinyatakan benar.  Seharusnya hal ini mendatangkan sukacita yang besar dan ucapan syukur yang limpah.
2.      Dimerdekakan dari kutuk hukum Taurat, Gal. 3:10.
Kutuk hukum Taurat adalah hukuman Allah karena manusia melanggar Taurat. Orang boleh melakukan sebagian besar hukum Taurat dan melanggar sebagian kecil, maka dianggap melanggar seluruhnya (Yak. 2:10). Paulus menyatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan karena melakukan hukum taurat karena ketidaksanggupan manusia (Gal. 2:16).
            Kristus telah mati di kayu salib untuk menanggung kutuk (Gal. 3:13). Kematian Kristus adalah menanggung semua dosa dan kesalahan kita. Seharusnya kita yang menerima hukuman Allah karena dosa tetapi Kristus yang dihukum Allah karena kita. Allah tidak lagi menghukum dosa kita karena hukuman dosa atas kita telah ditanggung Kristus. Halleluyah, seharusnya kebenaran ini mendatangkan sukacita yang dasyat atas kasih karuniaNya.
3.      Dimerdekakan dari kuasa dosa.
Dosa adalah kuasa yang memperbudak umat manusia. Kristus di kayu salib telah menyalibkan manusia lama kita dan Roh Kudus hadir dalam hidup kita. Roh Kudus memampukan kita untuk menang atas dosa. Hiduplah oleh Roh (Bergantung padaNya), kita akan menang atas dosa (Gal. 5:16).
4.      Dimerdekakan untuk melayani dalam kasih, Gal. 5:13.
Anugerah Allah memiliki berkat ganda. Pertama, memerdekakan kita hukum Taurat, kutuk Taurat dari kuasa dosa. Kedua, anugerah adalah kuasa yang menjadikan kita hidup bagi Kristus bukan bagi diri sendiri. Kemerdekaan dari Kristus adalah kemerdekaan untuk dapat melayani Tuhan dan melayani sesama oleh kasih.






RENUNGAN SEPEKAN

SENIN ……………………………………………………………………… GALATIA 5: 1 – 26.
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

SELASA …………………………………………………………………….  GALATIA 3 : 1 – 14.
“Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

RABU ……………………………………………………………………… YAKOBUS 2: 1 – 13.
“Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

KAMIS …………………………………………………………………………. ROMA 8 : 1 – 17.
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

JUMAT ………………………………………………………………….. YOHANES 15 : 9 – 17.
“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

SABTU ………………………………………………………………….. 1 YOHANES 4 : 7 – 21.
“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.




01 maret 2020

01 Maret 2020/JL/05




KASIH KARUNIA MENJADIKAN KITA KAYA

BACAAN, 2 Korintus 8 : 9,
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

            Kasih karunia adalah wujud kasih dan kemurahan Allah dimana Yesus telah menjadi miskin dan mati di kayu salib supaya kita menjadi kaya di dalam Dia. Yesus berkata, “Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepalaNya”, (Mat. 8:20). Yesus adalah Allah menjadi manusia serba terbatas dan semua itu Dia lakukan supaya kita menikmati berkat sorgawi berlimpah-limpah.

            Ayat 7, kata kaya disebutkan 2 kali. “Kaya dalam segala sesuatu” adalah bentuk Present Active Indicative artinya mereka berlimpah-limpah dalam berkat Injil. Selanjutkan ada kata “kaya dalam pelayanan kasih” adalah bentuk Present Active Subjunctive, artinya setelah mereka berlimpah dalam manfaat dari perjanjian baru, mereka harus berlimpah dalam tanggung jawabnya yaitu pelayanan kasih. Kasih karunia memberikan kepada kita berkat ganda yaitu kita menjadi kaya berlimpah-limpah dengan berkat surgawi sekaligus kaya dalam tanggung jawab untuk pelayanan kasih.

            Apa yang dimaksud Yesus menjadi miskin dan kita menjadi kaya? Kata “kaya” disini bukan kaya dalam materi. Kita harus melihat konteksnya. Ayat yang satu tidak boleh bertentangan dengan ayat yang lain. Dalam ayat 2 dikatakan mereka mengalami penderitaan berat dan sangat miskin. Kasih karunia menjadikan mereka kaya dalam kemurahan sekalipun miskin secara materi.

            Ayat 7 Paulus menjelaskan kekayaan yang kita terima dalam kasih karunia adalah : kaya dalam segala sesuatu : kaya dalam iman, kaya dalam perkataan, kaya dalam pengetahuan, kaya dalam kesungguhan untuk membantu, kaya dalam kasih dan kaya dalam  pelayanan kasih.

            Kaya dalam kemurahan. Kemurahan adalah buah Roh (Gal. 5:22) dalam Bahasa Yunani nya bisa berarti kemurahan, kebaikan, penuh belas kasihan, ketulusan. Kemurahan disini maknanya bukan hanya sekedar memberi sesuatu, tetapi bersedia ikut merasakan apa yang orang lain rasakan, ikut merasakan kesusahan atau kesedihan yang mereka alami dan dengan tindakan yang nyata membantu menyelesaikan pergumulan atau persoalan yang mereka hadapi dan butuhkan. Kemurahan juga dapat dimaknai tindakan yang baik dan benar yang kita lakukan untuk orang lain atau untuk melayani Tuhan dengan motivasi karena kita telah menerima kemurahan (keselamatan) dari Tuhan.

            Yesus hidup penuh kemurahan. Ketika Ia melihat orang kusta, tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan (Mark. 1:41). Ketika Yesus melihat orang banyak yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala,  tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Yesus datang menolong mereka dengan  penuh belas kasihan, penuh simpati atau empati kepada mereka.

            Ketika kita banyak mengalami kasih Tuhan (kita menyadari betapa banyak dan mengerikan dosa kita dan kita telah beroleh kasih dan pengampunanNya), kita tidak akan pernah tinggal diam, Kita akan membagikan kasih Allah kepada mereka yang membutuhkan. Kaya berarti bukan apa yang telah kita beli (rumah, mobil mewah, dan segala kemewahan dunia) tetapi seberapa banyak orang yang sudah kita tolong, kita berkati, dan kita buat mereka makin maju di dalam Tuhan, mereka makin kaya dalam pengenalan akan Tuhan.


RENUNGAN SEPEKAN
 SENIN ……………………………………………………………….. 2 KORINTUS 8 : 1 – 15.
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. “

SELASA ………………………………………………………………….. MATIUS 8 : 18 – 22.
“ Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

RABU …………………………………………………………………… GALATIA 5 : 16 – 26.
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,”

KAMIS …………………………………………………………………….. LUKAS 7 : 36 – 50.
“ Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

JUMAT ………………………………………………………………………. FILIPI 1: 27 – 30.
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, “

SABTU ……………………………………………………. KISAH PARA RASUL 10 : 1 – 48.
“ yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. “