01 November 2020/JL/23
PANGGILAN UNTUK MEMBANGUN JEMAAT
Bacaan, 1 Korintus 3 : 10 – 15.
“10 Sesuai
dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku,
aku sebagai
seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar,
dan orang
lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang
harus
memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.”
Kasih karunia Allah adalah
kemampuan dari Allah yang diberikan kepada Paulus dan kepada setiap kita untuk
membangun jemaat-jemaat. Paulus telah meletakkan dasar, adalah bentuk Aorist
yang menunjuk kepada pemberitaan Injil olehnya. Tugas kita adalah untuk
membangun jemaat supaya mereka dapat makin kokoh, teguh dan makin kuat di dalam
Yesus.
Orang lain membangun adalah
bentuk Verb Present Active, artinya pekerjaan membangun jemaat saat ini adalah
tugas kita dan dikerjakan secara terus menerus. Dasar kekristenan adalah
pribadi Kristus dan karya penebusanNya di kayu salib. Ada 2 fokus besar bagi
gerejaNya yaitu pertama, berita dari pemimpin/ orang percaya harus bersifat
Kristus Sentris ( Christ Centre, ayat 11 – 12; Efesus 2 : 20 – 21).). Kedua,
Kehidupan para pemimpin/ orang percaya harus serupa dengan Kristus ( ayat 12 –
15).
Setiap kita dipanggil untuk
membangun jemaat (gereja lokal). Bagaimana kita hidup dan apa yang kita lakukan
bagi jemaatNya harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah. Jangan sampai
terjadi tragedi dimana ketika setiap kita menghadap pengadilan Kristus, semua
pekerjaan kita terbakar. Hal ini tentunya bukan kehilangan keselamatan tetapi
kehilangan upah, pahala, penghargaan dari Tuhan.
Dengan
mendapatkan kebenaran di atas, bagaimana respon kita selanjutnya. Jangan sampai
kita menyia-nyiakan anugerah Tuhan
dengan hidup mementingkan diri sendiri. Ingat, kasih karuniaNya memampukan kita
hidup melayani sesama untuk membangun jemaat Tuhan sampai semua jemaat mempunyai
tujuan yang sama. Pertama, hidupnya mengekspresikan Kristus. Kedua, membangun/
menguatkan orang percaya. Paulus mengekspresikan Kristus. Kristus telah
menderita bagi orang lain (umat manusia). Demikian juga dengan Paulus, ia
bersukacita, rela menderita untuk dapat membangun jemaat Korintus dan juga
setiap orang percaya disegala zaman.
Roh Kudus memimpin setiap
kita sebagai anak-anakNya (Roma 8: 14). Kadang Ia memimpin kita kepada keberhasilan
dan berkat yang limpah, kadang Ia memimpin kita untuk menderita bagi Kristus
demi dapat membangun jemaat. Yang
penting tujuan hidup kita adalah untuk membangun jemaat. Paulus dibawa masuk
penjara dan lewat peristiwa itu ia menguatkan jemaat-jemaat. Apa yang sedang
terjadi dalam hidup kita hanyalah alat semata. Tujuannya adalah untuk membangun
jemaat. Paulus mendorong kepada Timotius untuk selalu membangun jemaat Tuhan
dalam keadaan baik atau tidak baik (2 Timotius
4 : 2). Kita tidak boleh dikalahkan oleh
keadaan yang terjadi atas kita. Apapun keadaannya, mari kita saling membangun
jemaat Tuhan.
RENUNGAN SEPEKAN
SENIN ………………………………………………………………1
KORINTUS 3 : 10 – 23.
“10 Sesuai
dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang
ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus
di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus
membangun di atasnya.”
SELASA …………………………………………………………….EFESUS 2 : 11 – 22.
“20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan
Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun,
menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.”
RABU ……………………………………………………………….ROMA 8 : 1 – 17.
“14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
KAMIS ………………………………………………………………2 TIMOTIUS 4 : 1 – 8.
“ 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik
waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala
kesabaran dan pengajaran.”
JUMAT ………………………………………………………………1 KORINTUS 15 : 1 – 11.
“10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku
ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia.
Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi
bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”
SABTU ……………………………………………………………….FILIPI 1 : 12 – 26.
“21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan.”