firman Tuhan

Diri kita lemah. Kristus di dalam kita adalah kuat dan berkuasa. Dia sebagai hidup kita. Dengan percaya dan andalkan Dia, Kristus mengalir di dalam & lewat kita, Yohanes 15 : 5.

19 Juli 2020

19 Juli 2020/JL/09


MENJADI PRIBADI SEPERTI YANG BAPA MAU
Bacaan, Kejadian 1: 26 – 27

            Allah adalah Allah yang punya tujuan. Ketika Ia menciptakan manusia, tujuannya adalah agar manusia berkuasa dan memerintah di bumi ini sehingga mereka menggenapi apa yang Tuhan maksudkan. Karena dosa, Adam dan Hawa bukan lagi menjadi pribadi yang merdeka, berkuasa dan memerintah dalam hidup melainkan mereka dikuasai dosa, kelemahan dan kematian.
            Karena dosa, manusia sekarang salah memahami arti hidup memerintah dan berkuasa. Mereka tidak lagi hidup bagi kepentingan dan kemuliaan Allah tetapi hidup untuk kepentingan diri sendiri. Mereka berusaha hidup berkuasa dan memerintah dengan kekayaan, keterkenalan, menguasai ilmu pengetahuan sehingga hidupnya berkuasa dan memerintah untuk mengendalikan orang lain bagi dirinya sendiri dan dapat mengatasi persoalan hidupnya dengan caranya sendiri. Dosa membuat manusia melihat dirinya sendiri dan tidak melihat Allah. Mereka bergantung diri sendiri dan tidak bergantung Allah. Mereka berusaha menjadi pribadi seperti yang Allah kehendaki dengan caranya sendiri.
            Akar segala masalah anak-anak Tuhan bukan persoalan yang mereka hadapi tetapi karena ketidak percayaan. Karena tidak lagi menaruh iman dan bergantung Allah, mereka berusaha memakai caranya sendiri. Karena ketidak percayaan Abraham dan istrinya maka mereka berusaha dengan caranya sendiri dan lahirlah Ismael. Bukan berkat yang di dapat tetapi masalah yang sangat berkepanjangan sampai saat ini.
            Dalam karyaNya Allah berkuasa membelah laut sehingga umat Israel dapat meneruskan perjalanan ke Kanaan. Allah memelihara bangsa Israel di padang gurun dengan memberi manna dan burung. Allah mengeluarkan air dari batu karang dan Allah membuat bangsa Isreal memenangkan peperangan melawan Amalek.
            Ketika kita menaruh iman kepadaNya maka Allah bertindak bagi kepentingan kita. Musa berseru dan menaruh iman kepada Tuhan maka Ia melakukan mujizat-mujizat yang besar. Ketika Yosafat manaruh iman kepada Allah dalam menghadapi musuh bangsa Amon, Moab dan penduduk pegunungan Seir, Allah berperang ganti mereka, 2 Tawarikh 20. 
Para tokoh-tokoh iman melakukan hal-hal yang besar dengan iman seperti telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing, Ibrani 11:33-34. Lebih dasyat lagi janji Tuhan Yesus kepada kita, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa, Yohanes 14: 12.
            Mujizat besar dapat diraih melalui iman yang kokoh dan kuat. Abraham menaruh iman kepada Allah dan Allah menggenapi janjiNya. Abraham memiliki iman yang kuat dan kokoh. Ia hanya berpikir apa yang dijanjikan Allah kepadanya. Ia tidak mau berpikir yang bertentangan dengan apa yang Tuhan janjikan kepadanya. Abraham memuliakan Tuhan dan bersukacita dengan janji Tuhan, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. "Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup, Roma 4: 18-19.

            Milikilah iman yang kuat dan kokoh seperti Abraham, maka Allah akan bertindak bagi kepentingan kita. AnugerahNya membuat kita hidup berkuasa dan memerintah, Roma 5: 17. Kita akan menjadi pribadi sepertti yang Bapa mau yaitu hidup berkuasa dan memerintah. Hidup kita tertuju bagi kepentingan Kerajaan Kristus dan memuliakan Dia.

           
RENUNGAN SEPEKAN      
 SENIN ……………………………………………………………. KEJADIAN 1: 1 – 31.
“ 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

SELASA …………………………………………………………… 2 TAWARIKH 20 : 1 – 37.
“ 15 dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. “

RABU ……………………………………………………………….. IBRANI 11 : 1 – 40.
“ 33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,....”

KAMIS ……………………………………………………………… YOHANES 14 : 1 – 14.
“ 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; “

JUMAT ……………………………………………………………… ROMA 4: 1 – 25.
“ 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu......."

SABTU ……………………………………………………………… ROMA 5: 1 – 21.
“ 17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. “