PERMULAAN PERTUMBUHAN KEHIDUPAN
ROHANI DIAWALI DENGAN PENGENALAN DIRI
BACAAN, 2 Petrus 3 : 18,
“Tetapi
bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan
Juruselamat kita,
Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai
selama-lamanya. “
Sebagai
orang Kristen, kita harus memahami perbedaan antara kehidupan rohani dan
kehidupan daging. Kehidupan rohani adalah kehidupan yang bersumber dan mengalir
dari Tuhan. Sedangkan kehidupan daging adalah kehidupan yang bersumber dan
mengalir dari diri sendiri.
Banyak
kali anak-anak Tuhan tidak memahami atau mengenali diri sendiri. Sesuatu yang
bersumber dari “aku” diri sendiri, ada
yang jahat dan ada yang baik, dan keduanya adalah daging sehingga tidak
berkenan dihadapan Tuhan.
Tuhan mengenal
diri kita tetapi kita tidak mengenal diri kita sendiri. Ada orang Kristen yang
melihat dirinya sendiri lumayan dan tidak jelek amat. Itulah sebabnya mereka
berusaha dari aku yang kurang baik berusaha untuk lebih baik. Aku yang kurang
kudus berusaha untuk lebih kudus. Aku yang kurang benar berusaha untuk menjadi
lebih benar. Secara moral hal itu tidak salah. Tetapi secara rohani hal itu
salah. Aku yang kurang baik, kurang benar, kurang kudus, selamanya seperti itu.
Allah tahu bahwa aku/ diri sendiri manusia adalah penuh dosa dan jahat serta
lemah. Itulah sebabnya Allah menyalibkan manusia lama kita. Yang menjadi sumber
masalah adalah manusia tidak tahu bahwa dirinya sendiri keadaannya sangat
buruk, berkecenderungan dosa.
Bagaimana
caranya Allah menyadarkan keberadaan manusia itu ? Ada dua hal yang Allah
lakukan. Pertama, Allah kirimkan hukum Taurat. Hukum Taurat
diberikan bukan untuk menghentikan dosa. Hukum Taurat berfungsi menyadarkan
akan dosa dan keberadaan diri manusia yang berdosa, “Kalau begitu, untuk apa
hukum agama diberikan? Jawabnya ialah bahwa hukum itu ditambahkan untuk
menyatakan pelanggaran manusia. Hukum agama itu berlaku hanya sampai datangnya
seorang keturunan Abraham, yang disebut di dalam janji Allah kepada Abraham.
Hukum agama itu disampaikan oleh malaikat-malaikat dengan perantaraan seorang
manusia. (Gal. 3:19 BIS). Sumber permasalahan bukan pada hukum taurat tetapi
pada aku yang bersifat daging dan terjual di bawah kuasa dosa, (Rom. 7:14). Lewat hukum Taurat, kita mengenal dosa dan
mengenal merangsang daging di dalam diri kita untuk bermunculan. Tanpa hukum
Taurat dosa mati, Roma 7 : 8. Kedua, melalui didikan dan hajaran Tuhan. Setiap keadaan dan situasi
yang harus kita tanggung itu adalah bentuk didikan dan hajaran Tuhan. Rasul
Paulus sebagai orang yang luar biasa menghadapi hal yang sama. Ia harus
mengalami duri dalam dagingnya dan dia berusaha untuk mengalami kelepasan.
Tuhan bertindak lain, Ia tidak mencabut duri tetapi menyatakan bahwa kasih
karuniaNya cukup baginya. Justru dalam kelemahan, kuasa Tuhan dinyatakan, (2Kor. 12:8-10). Dari jawaban Tuhan, Paulus mengalami
perubahan cara brpikir atau cara pandangnya. Dia bersyukur dalam kelemahan dan
ketidakberdayaan justru ia tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan.
Disitulah rahasianya kuasa Allah dinyatakan.
Paulus bermegah dalam kelemahannya, (2Kor. 11:30). Pada saat kita
mengalami masalah, tekanan, intimidasi dan kita bereaksi negatif, kecewa,
marah, pahit hati, sebenarnya Allah sedang menunjukkan dan menyadarkan
bahwa kita seperti itu keadaannya tetapi belum menyadari. Lewat masalah dan kesuliatan yang ada, Tuhan ingin
kita sadar bahwa aku kita lemah dan penuh kepentingan diri sendiri dan
berkecenderungan dosa.
Tuhan
ingin merobohkan hal-hal yang jahat ataupun hal-hal yang baik yang bersumber
dari diri sendiri. Orang melayani bisa dari sumber alamiah. Orang sabar bisa
bersumber dari sifat alamiah. Orang suka memberi bisa bersumber dari sifat
alamiah. Apa tandanya ? orang yang memiliki sifat yang baik yang bersumber dari
diri sendiri biasanya merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik
daripada orang lain. Itulah sebabnya Allah ijinkan kesulitan dan masalah
terjadi sehingga menyadarkan bahwa sesungguhnya sifat baik semuanya itu
berpusat kepentingan diri sendiri dan lemah.
Watchman Nee melayani seorang ibu yang baik dan peramah. Ketika ia
melayani ibu tersebut ia sangat kesulitan karena ibu itu merasa baik dan lebih
dari orang-orang lain. Doa Watchman Nee adalah “Tuhan kirimkan ujian semoga ibu
tersebut menyadari dirinya sendiri”. Tuhan menjawab dan Tuhan ijinkan sesuatu
yang mengguncang hidupnya. Respon ibu tersebut adalah marah tanpa
kendali. Ia sangat kecewa dan kaget, kok bisa begitu. Tuhan terus bekerja dan
akhirnya ia menyadari bahwa dirinya sesungguhnya tidak baik dan sangat lemah.
Saat ia bergantung kepada Tuhan Yesus yang ada di dalamnya, Yesus mengalir
lewat hidupnya. Ketika ia sabar dan peramah, itu adalah kehidupan Yesus yang
mengalir lewet dia. Sekarang ibu tersebut dalam menjalankan kebajikan penuh
dengan kerendahan hati dan kebergantungan penuh kepada Kristus. Ibu tersebut
sedang bertumbuh secara rohani.
SENIN ……………………......…………………………………………… 2 PETRUS 3
: 17 – 18.
“
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih
karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. “
SELASA
………………………………………………………………… 2 KORINTUS 12 : 1 – 10.
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih
karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi
sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya
kuasa Kristus turun menaungi aku. “
RABU
…………………………………………………………………… 2 KORINTUS 11 : 1 – 33.
“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas
kelemahanku. “
KAMIS …………………..….……………………………………………. 2 KORINTUS 4 : 1 –
15.
“ Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya
nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari
diri kami. “
JUMAT
………………………………………………………………………. 1 PETRUS 5 : 1 – 11.
“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan
yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. “
SABTU
……………………..…………………………………………………. YOHANES 15 : 1 –
8.
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab
di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. “