firman Tuhan

Diri kita lemah. Kristus di dalam kita adalah kuat dan berkuasa. Dia sebagai hidup kita. Dengan percaya dan andalkan Dia, Kristus mengalir di dalam & lewat kita, Yohanes 15 : 5.

16 Febuari 2020

16 Febuari 2020/JL/02


PERMULAAN PERTUMBUHAN KEHIDUPAN ROHANI DIAWALI DENGAN PENGENALAN DIRI

BACAAN, 2 Petrus 3 : 18,
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita,
Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. “

          Sebagai orang Kristen, kita harus memahami perbedaan antara kehidupan rohani dan kehidupan daging. Kehidupan rohani adalah kehidupan yang bersumber dan mengalir dari Tuhan. Sedangkan kehidupan daging adalah kehidupan yang bersumber dan mengalir dari diri sendiri.

          Banyak kali anak-anak Tuhan tidak memahami atau mengenali diri sendiri. Sesuatu yang bersumber dari “aku” diri sendiri,  ada yang jahat dan ada yang baik, dan keduanya adalah daging sehingga tidak berkenan dihadapan Tuhan.

          Tuhan mengenal diri kita tetapi kita tidak mengenal diri kita sendiri. Ada orang Kristen yang melihat dirinya sendiri lumayan dan tidak jelek amat. Itulah sebabnya mereka berusaha dari aku yang kurang baik berusaha untuk lebih baik. Aku yang kurang kudus berusaha untuk lebih kudus. Aku yang kurang benar berusaha untuk menjadi lebih benar. Secara moral hal itu tidak salah. Tetapi secara rohani hal itu salah. Aku yang kurang baik, kurang benar, kurang kudus, selamanya seperti itu. Allah tahu bahwa aku/ diri sendiri manusia adalah penuh dosa dan jahat serta lemah. Itulah sebabnya Allah menyalibkan manusia lama kita. Yang menjadi sumber masalah adalah manusia tidak tahu bahwa dirinya sendiri keadaannya sangat buruk, berkecenderungan dosa.

          Bagaimana caranya Allah menyadarkan keberadaan manusia itu ? Ada dua hal yang Allah lakukan. Pertama, Allah kirimkan hukum Taurat. Hukum Taurat diberikan bukan untuk menghentikan dosa. Hukum Taurat berfungsi menyadarkan akan dosa dan keberadaan diri manusia yang berdosa, “Kalau begitu, untuk apa hukum agama diberikan? Jawabnya ialah bahwa hukum itu ditambahkan untuk menyatakan pelanggaran manusia. Hukum agama itu berlaku hanya sampai datangnya seorang keturunan Abraham, yang disebut di dalam janji Allah kepada Abraham. Hukum agama itu disampaikan oleh malaikat-malaikat dengan perantaraan seorang manusia. (Gal. 3:19 BIS). Sumber permasalahan bukan pada hukum taurat tetapi pada aku yang bersifat daging dan terjual di bawah kuasa dosa,         (Rom. 7:14). Lewat hukum Taurat, kita mengenal dosa dan mengenal merangsang daging di dalam diri kita untuk bermunculan. Tanpa hukum Taurat dosa mati, Roma 7 : 8. Kedua, melalui didikan dan hajaran Tuhan. Setiap keadaan dan situasi yang harus kita tanggung itu adalah bentuk didikan dan hajaran Tuhan. Rasul Paulus sebagai orang yang luar biasa menghadapi hal yang sama. Ia harus mengalami duri dalam dagingnya dan dia berusaha untuk mengalami kelepasan. Tuhan bertindak lain, Ia tidak mencabut duri tetapi menyatakan bahwa kasih karuniaNya cukup baginya. Justru dalam kelemahan, kuasa Tuhan dinyatakan, (2Kor. 12:8-10). Dari jawaban Tuhan, Paulus mengalami perubahan cara brpikir atau cara pandangnya. Dia bersyukur dalam kelemahan dan ketidakberdayaan justru ia tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan. Disitulah rahasianya kuasa Allah dinyatakan.  Paulus bermegah dalam kelemahannya, (2Kor. 11:30). Pada saat kita mengalami masalah, tekanan, intimidasi dan kita bereaksi negatif, kecewa, marah, pahit hati, sebenarnya Allah sedang menunjukkan dan menyadarkan bahwa kita seperti itu keadaannya tetapi belum menyadari. Lewat masalah dan kesuliatan yang ada, Tuhan ingin kita sadar bahwa aku kita lemah dan penuh kepentingan diri sendiri dan berkecenderungan dosa.

          Tuhan ingin merobohkan hal-hal yang jahat ataupun hal-hal yang baik yang bersumber dari diri sendiri. Orang melayani bisa dari sumber alamiah. Orang sabar bisa bersumber dari sifat alamiah. Orang suka memberi bisa bersumber dari sifat alamiah. Apa tandanya ? orang yang memiliki sifat yang baik yang bersumber dari diri sendiri biasanya merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Itulah sebabnya Allah ijinkan kesulitan dan masalah terjadi sehingga menyadarkan bahwa sesungguhnya sifat baik semuanya itu berpusat kepentingan diri sendiri dan lemah.

          Watchman Nee melayani seorang ibu yang baik dan peramah. Ketika ia melayani ibu tersebut ia sangat kesulitan karena ibu itu merasa baik dan lebih dari orang-orang lain. Doa Watchman Nee adalah “Tuhan kirimkan ujian semoga ibu tersebut menyadari dirinya sendiri”. Tuhan menjawab dan Tuhan ijinkan sesuatu yang mengguncang hidupnya. Respon ibu tersebut adalah marah tanpa kendali. Ia sangat kecewa dan kaget, kok bisa begitu. Tuhan terus bekerja dan akhirnya ia menyadari bahwa dirinya sesungguhnya tidak baik dan sangat lemah. Saat ia bergantung kepada Tuhan Yesus yang ada di dalamnya, Yesus mengalir lewat hidupnya. Ketika ia sabar dan peramah, itu adalah kehidupan Yesus yang mengalir lewet dia. Sekarang ibu tersebut dalam menjalankan kebajikan penuh dengan kerendahan hati dan kebergantungan penuh kepada Kristus. Ibu tersebut sedang bertumbuh secara rohani.

SENIN ……………………......…………………………………………… 2 PETRUS 3 : 17 – 18.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. “

SELASA ………………………………………………………………… 2 KORINTUS 12 : 1 – 10.
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. “

RABU …………………………………………………………………… 2 KORINTUS 11 : 1 – 33.
“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. “

KAMIS …………………...……………………………………………. 2 KORINTUS 4 : 1 – 15.
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. “

JUMAT ………………………………………………………………………. 1 PETRUS 5 : 1 – 11.
“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. “

SABTU ……………………..…………………………………………………. YOHANES 15 : 1 – 8.
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. “