firman Tuhan

Diri kita lemah. Kristus di dalam kita adalah kuat dan berkuasa. Dia sebagai hidup kita. Dengan percaya dan andalkan Dia, Kristus mengalir di dalam & lewat kita, Yohanes 15 : 5.

23 Febuari 2020

23 Febuari 2020/JL/03


HIDUP DALAM PERHENTIAN SETIAP HARI

BACAAN, Matius 11 : 28 – 30,
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

          Tuhan menyediakan dua perhentian. Perhentian yang pertama ada pada ayat 28, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Perhentian disini adalah perhentian karena memperoleh keselamatan. Perhentian karena berdamai dengan Allah. Mereka yang letih lesu adalah orang-orang Yahudi yang berbeban berat oleh hukum Taurat dan masih ditambah oleh apa yang dibebankan oleh orang Farisi. Perhentian kedua adalah perhentian kita dalam menempuh kehidupan di dunia. Ini adalah perhentian jiwa.

          Untuk mengalami perhentian pertama, orang berdosa datang kepada Yesus dan percaya kepada Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Berkat yang diperoleh adalah hidupnya diperdamaikan dengan Allah, dosa-dosanya diampuni, dibenarkan oleh rahmatNya. Perhentian disini adalah pengalaman memperoleh kepastian keselamatan di dalam Yesus.
          Perhentian kedua adalah perhentian jiwa dalam hidup sehari-hari. Ini adalah pengalaman mengalami ketenangan dalam jiwa/ ketenangan bathin. Untuk memperoleh ketenangan jiwa atau bathin, orang Kristen harus memikul kuk Kristus, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Mat. 11:29). Jiwa ini bisa membuat kita tertekan dan gelisah, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? (Maz. 42:6).

          Ada dua hal yang harus kita lakukan untuk menerima ketenangan jiwa/ bathin, yaitu menjalani kehidupan ini tidak kawatir dan gelisah. Pertama kita belajar kepada Yesus bahwa Ia lembah lembut dan rendah hati. Yesus  mendapat perhentian di dalam jiwaNya karena Ia lemah lembut dan rendah hati ( ayat 29 ). Kita harus memiliki lemah lembut yaitu perangai halus, ramah, tidak keras. Yesus tidak akan membuat kita merasakan sesuatu yang menusuk, Dia mutlak lembut, tidak melindungi diri sendiri dan berbuat kasar. Yesus rendah hati. Ia sangat merendahkan diri. Dia menerima setiap peristiwa yang dialamiNya adalah yang sepatutnya. Tuhan tidak mengharapkan menerima perlakuaan yang lebih baik. Ia menerima perlakukan itu. Ketika Ia memberitakan Firman, orang-orang menentangnya dan Ia-pun dengan baik-baik keluar dari antara mereka. Yesus tidak saja lemah lembut, tetapi juga rendah hati. Kedua, kita harus memikul kuk-Nya. Artinya setiap kita dalam situasi dan keadaan setiap saat siap memikul kuk-Nya, inilah bagian yang Allah berikan kepada kita. Kita jangan berpikir bahwa keadaan kita kurang baik dan kita ingin tukar keadaan dengan orang lain. Ketahuilah hal ini berarti kita tidak mau memikul kuk-Nya. Adakalanya Allah menaruh orang yang cermat bersama dengan orang yang ceroboh, orang yang kuat bersama dengan orang yang lemah, orang yang sehat bersama dengan orang yang sakit, orang yang cepat bersama dengan orang yang lamban, orang yang suka bersih bersama dengan orang yang sembarangan, semua itu bertujuan agar orang yang satu memikul kuk bagi yang lain, sehingga masing-masing berkesempatan menampilkan sifat Kristus.

          Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan" (Mat. 11:30). Setiap orang yang mempunyai pengalaman dengan Tuhan, pasti berkata amin. Jalan pilihan kita sendiri tidaklah rata. Pekerjaan yang kita kerjakan berdasarkan kemauan sendiri sangat mendatangkan kerepotan. Semua berakhir dengan kepedihan. Kita sulit maju. Tetapi, jika kita mau belajar kepada Tuhan, memikul kuk-Nya, kita akan melihat semua yang Dia atur terjadi pada kita semuanya nyaman, semuanya ringan. Semua yang Ia kehendaki agar kita lalui, tidak ada satupun yang tidak bisa kita tanggung.





RENUNGAN SEPEKAN
SENIN ………………………………………………………………….. MATIUS 11 : 25 – 30.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. “

SELASA ……………………………………………………………… .. MAZMUR 42 : 1 – 11.
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! “

RABU ………………………………………………………………………….. FILIPI 4 : 2 – 9.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.....

KAMIS ………………………………………………………………… YOHANES 14 : 1 – 14.
 “ Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. “

JUMAT …………………………………………………………………….. EFESUS 5 : 1 – 21.
“Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita. “

SABTU …………………………………………………………………… YESAYA 35 : 1 – 10.
“Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"






16 Febuari 2020

16 Febuari 2020/JL/02


PERMULAAN PERTUMBUHAN KEHIDUPAN ROHANI DIAWALI DENGAN PENGENALAN DIRI

BACAAN, 2 Petrus 3 : 18,
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita,
Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. “

          Sebagai orang Kristen, kita harus memahami perbedaan antara kehidupan rohani dan kehidupan daging. Kehidupan rohani adalah kehidupan yang bersumber dan mengalir dari Tuhan. Sedangkan kehidupan daging adalah kehidupan yang bersumber dan mengalir dari diri sendiri.

          Banyak kali anak-anak Tuhan tidak memahami atau mengenali diri sendiri. Sesuatu yang bersumber dari “aku” diri sendiri,  ada yang jahat dan ada yang baik, dan keduanya adalah daging sehingga tidak berkenan dihadapan Tuhan.

          Tuhan mengenal diri kita tetapi kita tidak mengenal diri kita sendiri. Ada orang Kristen yang melihat dirinya sendiri lumayan dan tidak jelek amat. Itulah sebabnya mereka berusaha dari aku yang kurang baik berusaha untuk lebih baik. Aku yang kurang kudus berusaha untuk lebih kudus. Aku yang kurang benar berusaha untuk menjadi lebih benar. Secara moral hal itu tidak salah. Tetapi secara rohani hal itu salah. Aku yang kurang baik, kurang benar, kurang kudus, selamanya seperti itu. Allah tahu bahwa aku/ diri sendiri manusia adalah penuh dosa dan jahat serta lemah. Itulah sebabnya Allah menyalibkan manusia lama kita. Yang menjadi sumber masalah adalah manusia tidak tahu bahwa dirinya sendiri keadaannya sangat buruk, berkecenderungan dosa.

          Bagaimana caranya Allah menyadarkan keberadaan manusia itu ? Ada dua hal yang Allah lakukan. Pertama, Allah kirimkan hukum Taurat. Hukum Taurat diberikan bukan untuk menghentikan dosa. Hukum Taurat berfungsi menyadarkan akan dosa dan keberadaan diri manusia yang berdosa, “Kalau begitu, untuk apa hukum agama diberikan? Jawabnya ialah bahwa hukum itu ditambahkan untuk menyatakan pelanggaran manusia. Hukum agama itu berlaku hanya sampai datangnya seorang keturunan Abraham, yang disebut di dalam janji Allah kepada Abraham. Hukum agama itu disampaikan oleh malaikat-malaikat dengan perantaraan seorang manusia. (Gal. 3:19 BIS). Sumber permasalahan bukan pada hukum taurat tetapi pada aku yang bersifat daging dan terjual di bawah kuasa dosa,         (Rom. 7:14). Lewat hukum Taurat, kita mengenal dosa dan mengenal merangsang daging di dalam diri kita untuk bermunculan. Tanpa hukum Taurat dosa mati, Roma 7 : 8. Kedua, melalui didikan dan hajaran Tuhan. Setiap keadaan dan situasi yang harus kita tanggung itu adalah bentuk didikan dan hajaran Tuhan. Rasul Paulus sebagai orang yang luar biasa menghadapi hal yang sama. Ia harus mengalami duri dalam dagingnya dan dia berusaha untuk mengalami kelepasan. Tuhan bertindak lain, Ia tidak mencabut duri tetapi menyatakan bahwa kasih karuniaNya cukup baginya. Justru dalam kelemahan, kuasa Tuhan dinyatakan, (2Kor. 12:8-10). Dari jawaban Tuhan, Paulus mengalami perubahan cara brpikir atau cara pandangnya. Dia bersyukur dalam kelemahan dan ketidakberdayaan justru ia tidak mengandalkan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan. Disitulah rahasianya kuasa Allah dinyatakan.  Paulus bermegah dalam kelemahannya, (2Kor. 11:30). Pada saat kita mengalami masalah, tekanan, intimidasi dan kita bereaksi negatif, kecewa, marah, pahit hati, sebenarnya Allah sedang menunjukkan dan menyadarkan bahwa kita seperti itu keadaannya tetapi belum menyadari. Lewat masalah dan kesuliatan yang ada, Tuhan ingin kita sadar bahwa aku kita lemah dan penuh kepentingan diri sendiri dan berkecenderungan dosa.

          Tuhan ingin merobohkan hal-hal yang jahat ataupun hal-hal yang baik yang bersumber dari diri sendiri. Orang melayani bisa dari sumber alamiah. Orang sabar bisa bersumber dari sifat alamiah. Orang suka memberi bisa bersumber dari sifat alamiah. Apa tandanya ? orang yang memiliki sifat yang baik yang bersumber dari diri sendiri biasanya merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Itulah sebabnya Allah ijinkan kesulitan dan masalah terjadi sehingga menyadarkan bahwa sesungguhnya sifat baik semuanya itu berpusat kepentingan diri sendiri dan lemah.

          Watchman Nee melayani seorang ibu yang baik dan peramah. Ketika ia melayani ibu tersebut ia sangat kesulitan karena ibu itu merasa baik dan lebih dari orang-orang lain. Doa Watchman Nee adalah “Tuhan kirimkan ujian semoga ibu tersebut menyadari dirinya sendiri”. Tuhan menjawab dan Tuhan ijinkan sesuatu yang mengguncang hidupnya. Respon ibu tersebut adalah marah tanpa kendali. Ia sangat kecewa dan kaget, kok bisa begitu. Tuhan terus bekerja dan akhirnya ia menyadari bahwa dirinya sesungguhnya tidak baik dan sangat lemah. Saat ia bergantung kepada Tuhan Yesus yang ada di dalamnya, Yesus mengalir lewat hidupnya. Ketika ia sabar dan peramah, itu adalah kehidupan Yesus yang mengalir lewet dia. Sekarang ibu tersebut dalam menjalankan kebajikan penuh dengan kerendahan hati dan kebergantungan penuh kepada Kristus. Ibu tersebut sedang bertumbuh secara rohani.

SENIN ……………………......…………………………………………… 2 PETRUS 3 : 17 – 18.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. “

SELASA ………………………………………………………………… 2 KORINTUS 12 : 1 – 10.
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. “

RABU …………………………………………………………………… 2 KORINTUS 11 : 1 – 33.
“Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. “

KAMIS …………………...……………………………………………. 2 KORINTUS 4 : 1 – 15.
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. “

JUMAT ………………………………………………………………………. 1 PETRUS 5 : 1 – 11.
“Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. “

SABTU ……………………..…………………………………………………. YOHANES 15 : 1 – 8.
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. “


09 febuari 2019

09 Febuari 2020/JL/01



Biarkanlah Yesus Membasuh Kaki Kita
Bacaan: Yohanes 13:8
“Kata Petrus kepadaNya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “ Jikalau Aku tidak membasuh engkau,
engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Dapatkah anda membayangkan Tuhan ingin membasuh kaki anda? Petrus tidak dapat. Reaksinya yang sangat terkejut- “Tuhan, bagaimana mungkin Engkau mau membasuh kakiku!” -mungkin dapat menjadi reaksi kita juga.

Saya ingin anda memperhatikan apa yang Tuhan katakan kepadanya: “Petrus jika Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Yang sebenarnya sedang Tuhan katakan kepada Petrus adalah, “ Petrus, kamu tidak dapat mengalir Bersama-Ku, kamu tidak dapat berjalan Bersama-Ku dalam pelayanan, dalam melayani dan dalam efektivitas, jika engkau tidak membiarkan Aku membasuh kakimu.” Jadi Petrus berkata, “Tuhan [basuh] jangan hanya kakiku saja, tetapi tangan dan kepalaku!” (Yohanes 13:9).

Tetapi Yesus menjawabnya dengan: “ Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih…” ( Yohanes 13:10).

Begitu kita telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, kita sudah dimandikan secara menyeluruh dan dibersihkan oleh darahNya sekali untuk selamanya! DarahNya telah menyempurnakan kita selamanya (Ibrani 10:14) dan hanya perlu membasuh kaki kita karena kita berjalan di dunia dan kaki kita menempel debu dan kotoran, yang menyebabkan kita tersandung.

Jadi bagaimanakah Yesus membasuh kaki kita hari ini? Efesus 5: 25-26 memberitahukan kita bahwa “ Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya, untuk menguduskan, sesudah Ia menyucikan dengan memandikannya dengan air dan Firman.”

Kita sebagai Gereja, Disucikan melalui pembasuhan dengan air oleh firman-Nya. Semakin kita berada dibawah pengajaran yang diurapi yang menyingkapkan Kristus melalui firman, semakin sering penyucian berlangsung. Dan jika kita dibasuh, alih-alih tersandung , kita malah akan berjalan dan bahkan berlari!

Hari ini, walaupun ditinggikan dan dimuliakan di surga, Yesus memakai jubah dan dadanya berlilitkan ikat pinggang emas (Wahyu 1:13). Seperti seorang pelayan yang mengikatkan kain pada pinggangnya untuk melayani, Yesus ingin kita duduk dan membiarkan-Nya melayani kita – membasuh kaki kita dengan pengungkapan yang lebih dalam tentang diri-Nya sendiri melalui firman-nya. Saudara yang terkasih, inilah yang memberikan kita kemenangan dalam perjalanan kita setiap hari!





Renungan Sepekan
Senin____________Yohanes 13: 1-20
“Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
Selasa____________Ibrani 10:1-18
“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”
Rabu_____________Efesus 5 : 22-33
“untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
Kamis_____________Mazmur 119:105-120
“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku .”
Jum’at_____________Mazmur 119:81-104
“Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.”
Sabtu_____________Maz 119:33-56
“Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada
laba.”